Pond’s Flawless White & the Power of Wonder Woman
February 16th, 2009
Pada 12 Februari 2009 yang lalu, Unilever kembali mengundang para Blogger dalam acara press conference dan gala dinner untuk peluncuran serial iklan terbaru Pond’s Flawless White, yang bertema “Kekuatan Cinta”.
Tapi sebenarnya saya tidak terlalu tertarik untuk bercerita banyak mengenai acara gala dinner dan konferensi pers, yang seperti biasa selalu bertabur dengan bintang-bintang, dan wartawan infotainment yang selalu lapar akan berita gossip, dibandingkan peluncuran Pond’s Flawless White itu sendiri.
Saya justru tertarik untuk membahas mengenai serial iklan terbarunya, dimana para pengunjung hari itu mendapatkan kesempatan istimewa menjadi yang pertama menonton secara utuh iklan terbaru Pond’s Flawless White.
Serial iklan terbaru ini menawarkan sesuatu yang berbeda dengan serial iklan Pond’s Flawless White yang pernah ditayangkan sebelumnya. Masih ingat dengan serial “7 Hari untuk Cinta”, yang ternyata ditunggu-tunggu oleh para wanita Indonesia? Dimana saat itu mempopulerkan Kalung Hati. Alur miniseri ini memang dahsyat, dan pas banget untuk segmen yang dituju yaitu para wanita berumur 25 tahun ke atas, yang sedang dalam pencarian cinta sejati, kalau tidak mau disebut dengan lebih vulgar “mencari suami”.
Lalu apa yang membedakan serial terbaru ini, dengan miniseri sebelumnya? Iklan terbaru ini lebih berbobot dan lebih rumit alur ceritanya. Bila dalam miniseri sebelumnya sangat mirip dengan kisah-kisah cinta serial Korea, tentang perpisahan, kemudian bertemu lagi di masa depan. Teringat dengan kisah masa lalu, namun Sang Pria sudah bertunangan, lalu terjadi intrik. Adegan melarikan diri dari kenyataan, dan akhirnya cinta itu tersambung lagi melalui sebuah adegan maha romantis di bandara. Sangat khas sinema Korea, kalau Anda yang pernah menonton serial Friends produksi Korea dan Jepang. Nggak jauh dari itu lah…
Tapi kisah yang kini ditawarkan, lebih dari sekedar tentang cinta yang terhalang oleh Ibu dari Sang Pria. Kisah cinta sepasang kekasih disini hanyalah bagian dari skenario ikutan, dalam sebuah bingkai kekuatan cinta yang lebih besar yaitu CINTA pada LINGKUNGAN.

Indah Kalalo & Irwan Chandra memerankan Tom & Rose bintang utama dalam miniseri terbaru "Kekuatan Cinta". Photo by Kristin Amelina
Alkisah percintaan antara Tom dan Rose, Sang Pria adalah seorang anak orang kaya, dimana Ibunya yang jahat dan kapitalis, bernafsu menggusur sekolah miskin dimana Sang Wanita mengajar disana. Sang Ibu terobsesi membangun Padang Golf dengan panorama pegunungan yang sangat cantik. Sang Wanita dengan sekuat tenaga, berusaha mempertahankan sekolah itu. Ia memimpin gerakan demonstrasi memperjuangkan hak-haknya. Saya menginterpretasikan iklan ini sebagai kekuatan CINTA dan KEPEDULIAN pada LINGKUNGAN sekitar lah, yang membuat Sang Pria akhirnya kembali terpesona. Kira-kira begitu inti cerita dari iklan Pond’s Flawless White terbaru, satu kata untuk iklan ini SANGAT MENARIK.

Parade wanita cantik, untuk memperkenalkan produk-produk Pond's Flawless White pada para tamu gala dinner
Dan brand placement dalam cerita ini juga hanya beberapa detik saja, ibarat brand placement sebuah produk dalam film. Ini sesuatu yang sangat luar biasa, karena kebanyakan pemasar tradisional suka “maksa”, pokoknya gak mau rugi brandnya harus nampil dimana-mana.
Disini Unilever sepertinya lebih menekankan pada kekuatan karakter dari brand-nya, dibandingkan penampakan dari brand itu sendiri dalam iklan. Unilever mengerti betul segmen yang di target dari produk ini itu adalah wanita matang, para profesional, independen, berduit, tapi bagaimanapun butuh Cinta seorang pria dari lubuk yang paling dalam. Sosok ini mungkin lebih popular dikenal sebagai Fun, Fearless Female. Makanya judul tulisan ini menyeret kata-kata “Wonder Woman”, yang terinspirasi judul lagu Mulan Jamilah.
Lalu kalau dicermati lebih mendalam, sosok wanita dalam iklan ini, terlihat lebih kuat, agresif, dan berani menyuarakan pendapatnya, dan perduli dengan lingkungan sekitar. Ini jauh berbeda dengan sosok tokoh wanita dalam iklan “7 Hari untuk Cinta”, dimana sosok wanitanya lebih lemah-lembut, dan pasrah….
Sekali lagi inilah kehebatan Unilever dalam mendalami karakter para konsumennya. Iklan ini sangat update dengan perkembangan dunia perempuan yang menjadi lebih independen dan feminis. Isu-isu lingkungan juga dimasukkan dalam konteks iklan ini, yang memang menjadi bagian penting bagi target marketnya.
Penggunaan kosmetik mengalami pergeseran isu utama, dari kecantikan fisik yang akan menarik para pria, menjadi kosmetik yang akan membuat perempuan menjadi lebih percaya diri, yang kemudian akan membuat para pria jatuh hati akan pesona karakternya. Dulu lebih menekankan pada fisik, sekarang lebih menonjolkan pada aura dan karakter dari si wanita.
Berhubung blog ini konsisten berbicara tentang online marketing communication, lho terus apa hubungannnya? Ya jelas ada, dengan iklan sebagus ini, seharusnya serial Pond’s Flawless White, bukan hanya sekedar mempunyai website, tetapi juga secara proaktif menyebarkan iklan ini di portal pemutar video populer seperti Youtube, dan guebanget.com di Indonesia, mengingat koneksi internet di Indonesia masih ngos-ngosan untuk memutar film dari koneksi internasional semacam Youtube.
Ide ini tercetus, karena setelah menhadiri acara peluncuran iklan sempat dimintain feedback sama pihak pengundang. Apakah bentuk iklan miniseri masih menarik? Karena salah satu kendalanya adalah, tidak bisa diputar utuh di televisi, karena slot iklan di TV waktunya terbatas, jadi mau nggak mau harus bersambung.
Terus saya mikir???? Hari gini masih pusing dengan slot TV???? Dengan materi iklan sebagus ini, taruh sajah di Youtube, guebanget urusan selesai. Toh target market iklan ini, saya hakul yakin pasti melek dengan internet, terbiasa berkunjung ke Youtube atau download lagu, bahkan film di internet, terus diinfokan buat yang mau lihat iklan lengkapnya bisa nonton dimana, kasih linknya. Pasti iklan ini akan segera menjadi virus yang menyebar dengan cepat. Kalo yang abis noton suka dengan ini, dan dengan senang hati berbagi link ke teman lainnya. Wong harga creamnya ajah Rp. 52.000 (berdasarkan info dari teman), masak dengan daya beli segitu tinggi ndak ngerti internet???
Saya yakin justru mereka ini jarang lho nonton TV , waktunya habis di kantor, kafe, dan ngenet. Jadi kenapa harus pusing? Toh masang iklannya di internet itu gratis, dan abadi sepanjang masa? Bukankah itu sebuah surga bagi pemasar?
Saya sering menemukan video iklan yang sering kali secara sukarela di upload oleh konsumen, dan ditonton oleh banyak orang. Kenapa kok mereka mau? Ya karena mereka suka, sama kayak nama portal video di Indonesia, “gue banget geto lohhh”. Kuncinya ketika berbicara soal online, kendali sepenuhnya ada di pengunjung, jadi sesuatu yang akan di forward, ya karena mereka suka. Ini adalah tentang planet narsis, sesuatu yang berbicara tentang “Ego” dan “Saya”. Nah brand harus pinter-pinter mendompleng “egoisme” itu biar dicintai, dipuja, dan ditebar bak virus secara sukarela. Contoh yang menarik adalah iklan Axe, saya menemukan banyak sekali versi iklan Axe di guebanget.com, dengan berbagai versi dari banyak Negara. Dan teteup saya tonton, kenapa??? Karena iklannya menarik, menghibur kalo sedang stress.
