source: https://business.linkedin.com/en-uk/marketing-solutions/blog/posts/content-marketing/2017/17-steps-to-a-better-LinkedIn-profile-in-2017

Kapan Saatnya Rebranding Personal Brand?

Belakangan saya banyak sekali diminta untuk berbagi dan mengisi sesi seminar terkait personal branding, sepertinya di era digital saat ini urusan personal branding bukan cuma kebutuhan para selebritis, pejabat publik, atau mereka yang harus banyak terekspos ke media.

Baca Juga:Digital Strategy untuk Personal Branding

Tiap individu sekarang mulai menyadari personal branding adalah hal yang dibutuhkan hampir semua orang, apa dan mengapa hal ini penting nanti akan saya bahas di tulisan berikutnya. Kali ini saya ingin mengupas lebih kepada, mengapa dan kapan seseorang perlu rebranding?

Karena personal branding juga terus tumbuh dan harus berubah mengikuti perubahan masa agar relevan. Walaupun personal brand jugatidak bisa terlalu sering berubah, sehingga orang tidak ingat personal brand kita.

Beberapa alasan yang bisa dipertimbangkan untuk rebranding adalah:

Mempersempit pasar karena yang saat ini dianggap terlalu umum, tidak otentik, dan pasaran

Kalau Anda membangun personal branding misalnya sebatas penyanyi dangdut, apakah kira-kira akan diingat? Karena ada begitu banyak penyanyi dangdut di luar sana. Atau membangun personal branding sebagai ahli media sosial, ahli digital, ahli komunikasi. Itu sebabnya perlu dikembangkan keunikan yang lebih spesifik, agar kita diingat dan dipilih, serta direkomendasikan.

Kerugian menjadi terlalu umum selain tidak mudah diingat, Anda juga akan dengan mudah digantikan oleh orang lain. Akibatnya? Terjadi perang harga, yang akan sangat merugikan. Saya mengibaratkan ini seperti menjual produk yang sama di market place. Karena tawarannya sama, dan banyak yang punya yang dipilih hanya yang paling murah.

Baca Juga:Strategi Personal Branding Digital Untuk Mahasiswa & Fresh Graduate

Memperluas pasar, karena niche yang dipilih ternyata belum matang, atau tidak memberikan dampak sesuai yang diinginkan

Tujuan Anda membangun personal branding pastinya sangat beragam, tapi sebagian besar motivasinya adalah agar bisa bersaing mendapatkan pekerjaan, menghasilkan karya, dan uang. Kalau ceruk yang kita pilih terlalu sempit, bisa jadi konsumen yang mau membayar keahlian itu sangat sempit.

Oleh karena itu harus sedikit diperluas, sehingga lebih bisa menghasilkan. Karena bagaimanapun haris menggabungkan antara idealisme, dan juga kebutuhan di pasar seperti apa.

Personal Brand yang sekarang mulai tidak relevan dan terlalu banyak kompetitor

Alasan lain mengapa perlu membangun personal branding adalah, terlalu banyak me too atau orang lain yang punya kompetensi yang sama. Misalnya saya melakukan rebranding dari social media expert lalu menjadi digital marketing expert dan sekarang digital business consultant, karena saya melihat ceruk itu sudah mulai banyak sekali penghuninya.

Saya harus membangun kompetensi dan persepsi yang baru, agar menjadi berbeda dan punya nilai tambah. Konsekuensinya Anda harus mengakuisisi kompetensi dan keahlian baru, tapi di era ekonomi digital saat ini, para ahli mengatakan kita memang harus menjadi long life learner, dan mengakuisisi keahlian baru setiap 6 bulan sekali.

Mengubah haluan karena ternyata tidak punya passion atau kompetensi untuk bersaing di area itu

Terkadang Anda memilih satu area yang ingin dijadikan personal brand, ternyata dalam perjalanan ternyata passionnya bukan di situ, karena untuk membangun personal brand perlu konsistensi dan kegigihan untuk terus belajar dan mendalami hal itu.

Di sisi lain, bisa jadi kompetensi yang kita bangun sudah susah untuk mengalahkan mereka yang sudah menghuni area personal brand ini, akhirnya yang terjadi adalah buang buang waktu untuk terus mempertahankan hal itu. Lebih baik melakukan rebranding untuk mencari ceruk lain di mana Anda bisa bersinar, dan punya nilai tambah.

Baca Juga:5 Tips Menghadapi Haters di Digital yang Tidak Merusak Personal Branding

Apakah ada faktor lain yang belum disebutkan? Mari kita diskusikan topik hangat ini di kolom komentar.

 

Tuhu Nugraha

Konsultan Bisnis Digital

Dosen Pasca Sarjana London School of Public Relations (LSPR) Jakarta & Komunikasi UI

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy