Kredibilitas Media, Literasi Media

4 Tips Mengetahui Kredibilitas Media Online

Saya tertarik menulis tentang tema ini, karena saya sangat prihatin dengan banyaknya peredaran hoax, salah satu akar masalah yang saya lihat adalah ketidakmampuan kita untuk membedakan mana media yang kredibel atau tidak.

Dan bagi saya, dan juga didukung oleh berbagai referensi yang saya baca misalnya buku “The Death of Expertise” karya Tom Nichols, media mainstream lebih bisa dipercaya dibandingkan dengan membaca copas di media sosial. Mengapa? Jurnalis mereka, dibekali dengan kemampuan mencari informasi, mengklarifikasi informasi, dan menyajikannya. Mereka juga terikat dengan kode etik, dan aturan jurnalisme, tidak anarkis dalam artian bergerak tanpa aturan main.

Karena saat ini fenomenanya adalah, orang sedang demam menganggap media mainstream itu banyak bohong, lebih independen para jurnalis dadakan yang mengunggah konten via media sosial. Padahal ini sumber yang lebih tidak bisa dipercaya, bahkan mereka tidak punya kompetensi sama sekali, dan tidak paham dampak yang mungkin terjadi dengan konten yang dibuat. Demokratisasi konten, perlu dibarengi dengan kompetensi, kalau tidak maka akan terjadi chaos.

Lalu bagaimana cara mengidentifikasi media online yang bisa dipercaya?

Media yang kredibel adalah yang terdaftar di dewan pers dan asosiasi jurnalistik

Indikator pertama yang bisa dilakukan adalah mengecek apakah media yang kita sedang buka linknya ini terdaftar di dewan pers atau tidak? Media ini jadi bagian dari asosiasi jurnalistik atau tidak? Mengapa penting? Apabila mereka menjadi bagian dari asosiasi dll, maka mereka akan terikat dengan etika dan aturan, dan juga didorong punya tingkat kompetensi tertentu.

Dampaknya adalah informasi yang mereka hasilkan kualitasnya juga lebih baku, dan terstandarisasi, sesuai dengan kaidah dan etika yang berlaku. Ini sudah memudahkan kita sebagai pembaca, untuk menyaring apakah informasi yang disampaikan benar atau tidak dll.

Alamat dan stuktur redaksi yang jelas bisa menjadi indikator lain

Media online ini sangat unik, hampir semua orang bisa dengan sangat mudah, dan murah membuat media, sehingga kredibilitas bisa dicek dengan kejelasan dimana dan siapa redaksinya. Ini berbeda dengan media konvensional di mana barrier to entry sangat tinggi, sehingga jumlahnya tidak banyak dan mudah menentukan kredibilitasnya.

Alamat redaksi dan siapa redaksinya yang diinformasikan dengan transparan menunjukkan kredibilitas, dan juga mereka adalah media yang profesional. Anda bisa mengecek ini biasanya di halaman paling bawah dari medianya.

Bedakan karakter blog dengan news portal, blog adalah sudut pandang yang sangat personal, dari penulis atau organisasi

Pembelajaran berikutnya yang perlu dipahami adalah ada news portal, ada juga media yang sifatnya blog. Blog biasanya ditulis oleh satu atau beberapa orang, atau sebuah organisasi. Konten blog sifatnya lebih personal, dan perlu lebih berhati-hati mengecek apakah memang penulisnya punya kredibilitas untuk menyampaikan opini, dan sudut pandang terkait itu.

Misalnya saya hanya ahli terkait digital, maka saya bisa dipercaya bila membicarakan terkait ini, tapi tidak bisa dipercaya ketika menulis soal kuliner, perjalanan, politik dll, karena bisa jadi akan terjadi disinformasi.

Untuk mengetahui kredibilitas penulis blog, coba cek konsistensi tema apa yang mereka tulis, sumbernya dari mana, apakah rekam jejak pengalaman kerja dll mendukung apa yang dia tulis, sudah berapa lama dia menulis dll.

Untuk mengecek bias media online mainstream, Anda bisa melakukan pengecekan di Mediabiasfactcheck.com atau Allsides.com

Beberapa website seperti Mediabiasfactcheck atau Allsides akan membantu Anda untuk bisa memahami medianya itu lebih mengarah ke mana. Sayangnya, tools ini belum bisa mengecek media-media lokal di Indonesia, tapi kalau Anda suka mengakses media-media besar populer dunia. Alat ini akan sangat membantu Anda, agar bisa menyaring dan membandingkan kecenderungan media, dan akhirnya mengambil posisi terkait sebuah isu.

Apakah ada variabel lain yang ingin ditambahkan? Yuk kita diskusi di kolom komentar.

 

Tuhu Nugraha

Konsultan Bisnis Digital

Dosen Pasca Sarjana London School of Public Relations (LSPR) Jakarta & Komunikasi UI

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy