6 Hal Penting Ketika Mengajar Online dan Webinar

Sejak maret lalu, seiring pandemi Covid 19, saya mulai mengajar via online. Hal ini terpaksa dilakukan karena tidak memungkinkan pembelajaran konvensional seperti biasa.†Saya sudah melakukan puluhan pelatihan dan mengajar kelas via online. Berikut pembelajaran yang saya petik, dari proses yang saya lakukan, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.

Pastikan koneksi internet Anda memadai

Ini hal pertama yang harus diperhatikan, karena seringkali menjadi penghambat yang bikin frustasi. Koneksi yang tidak stabil, membuat suara timbul tenggelam, atau bahkan menghilang dari platform pembelajaran online.

Solusinya, siapkan beberapa alternatif koneksi internet, lalu lakukan speed test sebelum acara. Anda bisa melakukan cek kecepatan internet via Speedtest.net. Lalu pastikan internet yang digunakan fokus ke gawai yang sedang digunakan, jangan berbagi gawai misalnya HP, Tablet dll. †Hal lain yang bisa dilakukan adalah, jangan membuka aplikasi lain, yang akan membutuhkan koneksi internet, agar bandwith yang dipakai lebih ringan.

Infrastruktur penunjang yang memadai

Pandemik ini menuntut saya juga untuk memperhatikan dan berivestasi beragam alat yang membuat pengalaman menyampaikan materi lebih baik. Hal ini sepertinya sepele, namun juga akan mempengaruhi performa kita, dan juga pengalaman yang dirasakan oleh audiens.

Alat-alat itu mulai dari mic, lampu untuk pencahayaan, kamera, headset, hingga green screen. Saya sepertinya harus membuat satu tulisan terpisah terkait ini, karena ada banyak aspek yang juga harus dibahas.

Pemahaman terhadap berbagai platform untuk webinar dan pelatihan online

Sebagai seorang trainer, dan fasilitator Anda dituntut untuk paham beragam platform teknologi yang digunakan untuk menyampaikan materi. Saat ini yang populer digunakan di Indonesia adalah Zoom, Microsoft Team, Google Meet, dan Webex.

Saya sudah pernah mencoba semuanya, karena kebetulan klien mensyaratkan penggunaan yang berbeda. Anda harus membiasakan diri, dengan beragam platform, karena fitur yang tersedia, penempatan fitur dll sangat berbeda.

Dari beragam platform ini saya paling suka menggunakan Zoom, karena fitur yang paling kaya, dan ringan serta mudah digunakan. Platform yang paling saya tidak suka adalah Webex karena berat, dan kurang user friendly.

Tapi semua kembali ke klien, mereka mensyaratkan menggunakan platform apa. Sebagai trainer Anda harus menguasai semua teknologi ini, dan fasih bagaimana memahami fiturnya. Hal ini perlu praktek dan jam terbang.

Solusinya sebelum Anda menjadi trainernya, cobalah ikut menjadi audiens dari berbagai platform itu. Kedua, Anda perlu belajar dan melakukan gladi resik, terutama untuk platform yang masih belum pernah dicoba.†

Kemampuan multitasking untuk mengelola kelas, sinkronisasi alat, hingga berpindah dari berbagai fitur

Satu hal lain yang saya rasakan dari online learning, saya harus multitasking. Ini terasa sekali bedanya dengan kelas konvensional. Online learning membuat saya harus memperhatikan bagaimana output suara saya yang keluar dari mic, lalu sambil memperhatikan kolom chat atau komen, melihat apakah ada pertanyaan atau komentar dll.

Di sisi lain, saya juga harus menyiapkan digital tools untuk interaksi dengan audiens, & membuka file, serta menampilkan ke layar. Otak kita ituntut untuk memproses perintah dengan cepat, dan lincah berpindah dari beragam perintah.

Di sisi lain, Anda juga harus berpikir cepat, mengantisipasi apabila terjadi berbagai kendala yang terjadi. Karena ada banyak sekali faktor eksternal yang tidak bisa kendalikan, dan tak terduga.

Bahasa tubuh dan intonasi suara

Ini juga hal yang sangat krusial, dan butuh usaha ekstra. Audiens hanya melihat sebagian bahasa tubuh kita. Ekspresi kita harus lebih kentara, dan intonasi suara juga harus lebih tajam agar menarik. Audiens di online lebih mudah terdistraksi, dan tergoda untuk melakukan multitasking.

Apabila Anda terlihat membosankan, berbicara dengan intonasi yang datar, bahasa tubuh yang kurang maksimal, maka bersiap siap ditinggal oleh audiens Anda.

Itu kira-kira pengalaman saya selama beberapa bulan ke belakang. Apabila Anda ingin menambahkan, dengan senang hati saya tunggu di kolom komentar.