fintech

Layanan Pinjaman Online Semakin Marak, Bagaimana Cara Menyikapinya?

Tulisan ini adalah tulisan dari Guest BloggerDiestra Perdana, untuk yang ingin berkolaborasi menulis di sini, sangat terbuka untuk itu, asal temanya relevan yaitu seputar industri digital.

Setahun yang lalu, saya sempat menuliskan tentang keamanan peer to peer lending (P2PL) yang dapat kamu baca di sini. Pada tulisan tersebut, poin utama yang saya sampaikan adalah jika ingin menggunakan layanan P2PL atau nama bekennya disebut pinjaman online (pinjol) yang harus kamu perhatikan apakah layanan tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum.

Tentu saja demi keamanan mu sebagai seorang nasabah, crosscheck terlebih dahulu agar tidak terjebak dengan layanan illegal. Dalam daftar yang saya tuliskan pada tulisan sebelumnya ada sekitar 22 layanan pinjol yang diusung oleh startup fintech lending yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Bagaimana dengan saat ini?

Jumlah layanan yang terdaftar saat ini di OJK semakin banyak dengan seiringnya pesatnya kemudahan dalam urusan pinjam meminjam uang. Per Februari 2019, sudah ada 99 layanan yang terdaftar di OJK dapat kamu baca di sini. Jumlah ini melesat hingga 300% lebih! Wow, perkembangan yang sangat signifikan sekali jika dilihat dalam kurun waktu setahun dan per Desember 2018 total dana yang tersalurkan sudah mencapai 22T (sumber www.ojk.go.id)

Apakah perkembangan yang pesat ini diikuti dengan peningkatan layanan yang semakin baik?

Ternyata sampai saat ini layanan pinjol masih banyak kekurangannya. Perkembangan industri pinjol ini membuat nasabah semakin was-was alih-alih merasa terlindungi. Maraknya kasus penyalahgunaan data pribadi nasabah dan tingginya bunga yang dikenakan untuk pihak peminjam menjadi fokus utama dalam kasus tersebut.

Dari kasus diteror oleh debt collector hingga kasus bunuh diri karena tidak mampu membayar bunga pinjaman menjadi berita yang hot akhir-akhir ini.

Bagaimana cara menyikapi layanan pinjol agar kita dapat terhindar dari jeratan seperti kasus-kasus yang sudah terjadi seperti kasus sebelumnya?

Pertama, pastikan cicilan pinjaman tidak melebihi rasio 30% dari total penghasilan bulanan mu. Rasio ini terdapat pada basic ilmu perencanaan keuangan pribadi yang sering dibicarakan oleh para perencana keuangan. Simulasinya begini, jika penghasilanmu per bulan adalah 10 juta maka disarankan maksimal cicilan pinjaman yang dapat kamu gunakan sebanyak 3 juta. Rasio 30% ini bertujuan untuk menjaga keadaan keuanganmu tetap terjaga dengan baik setiap bulannya.

Jika melebihi rasio tersebut maka biasanya akan mulai kesusahan untuk membayarkan hutang pokok dan bunga dari pinjaman. Selain itu, kamu juga harus memikirkan biaya rutin bulanan yang kamu keluarkan. Jika uang penghasilan bulanan udah habis untuk membayar biaya-biaya tersebut bagaimana cara kita dapat melunasi uang pinjaman???

Kedua, pastikan layanan pinjol yang kamu gunakan adalah layanan yang terdaftar di OJK. Ini penting banget agar kamu tidak terjebak dengan layanan illegal. Bulan Februari 2019 ini bahkan OJK baru saja menghentikan kegiatan operasional 231 fintech yang tidak berizin. Angka yang sangat banyak ditengah naik daunnya industri pinjol ini.

Prinsip kehati-hatian nasabah harus dimulai sejak awal sebelum memutuskan layanan mana yang harus digunakan. Selain itu kamu juga harus cek kembali track record penyedia layanan dengan memanfaatkan situs google. Bisa juga menghubungi call center penyedia jasa pinjol untuk menanyakan dengan detail apakah layanan memberikan keamanan data nasabah, bagaimana proses pengajuan pinjaman hingga teknis pembayaran pinjaman harus kamu pahami menyeluruh agar tidak terjebak kedepannya.

Ketiga, jangan gunakan uang untuk keperluan konsumtif bila keadaan benar benar tidak mendesak. Kebanyakan orang menggunakan pinjol untuk memenuhi nafsu kegiatan konsumtifnya tanpa memikirkan efek jangka panjang. Gunakan layanan pinjol untuk keperluan produktif misal mendapatkan peluang bisnis yang butuh modal untuk membeli barang secara cepat maka layanan pinjol dapat kamu manfaatkan.

Cara-cara diatas memang semuanya kembali kepada diri sendiri sebelum memulai memutuskan apakah pinjol menjadi alternatif terbaik yang harus kamu gunakan atau tidak. Bukan berarti hanya karena dilakukan online dan pinjaman bisa cair relatif cepat dibandingkan dengan bank atau institusi keuangan lainnya maka terbebas dari risiko yah hehehe

Apakah kamu tertarik atau sudah pernah menggunakan layanan pinjol ini? Jangan lupa kasih komentar dibawah ya.