personalbranding

6 Hal Yang Dilakukan Untuk Mengelola Personal Branding di Digital

Tulisan kali ini sifatnya lebih personal, bercerita pengalaman pribadi, yang mungkin tidak aplikatif buat orang lain, atau industri lain karena kasusnya berbeda. Ini sangat spesifik mengenai apa yang saya lakukan, dan berdasarkan evaluasi pribadi, variabel ini penting, dan mempunyai dampak positif.

Banyak orang mungkin penasaran, bagaimana mengelola personal branding di digital? Apakah hanya soal update-update konten, lalu menggaet follower yang banyak? Bagi saya itu mungkin relevan kalau Anda Content Creator, sementara fokus saya bukan di sana.

Fokus utama saya membangun personal branding digital adalah membangun hubungan baik, dan juga kredibilitas sebagai konsultan bisnis digital, dengan layanan mulai dari konsultansi hingga pelatihan terkait tema-tema digital bisnis, transformasi digital, media sosial dll.

Saya membagi kegiatan rutin tiap hari menjadi beberapa bagian, yang kemudian dilakukan dengan sangat disiplin dengan tujuan yang juga berbeda-beda.

Baca Juga:Kapan Saatnya Rebranding Personal Brand?

Selalu update berita terbaru terkait bisnis dan industri digital via Feedly

Saya sadar aset utama seorang konsultan adalah pemahaman akan pasar, dan juga tren terbaru di industri. Oleh karena itu, saya menyediakan waktu minimal 1 jam sehari untuk membaca artikel-artikel terkait industri digital Indonesia, regional Asia Tengggara, dan dunia.

Portal yang menjadi sumber utama saya setiap hari adalah Tech in Asia(TIA) dan KrASIA. Bahkan untuk Tech in Asia, saya investasi menjadi member premium agar bisa mengakses artikel-artikel yang ditulis dengan analisis yang mendalam, karena saya yakin butuh sekali paham lebih mendalam soal ini.

Saya juga berlangganan Feedly premium, karena saya juga perlu membaca update terbaru dari berbagai sumber lainnya, dan cara termudah untuk mengelola informasi tersebut, dan menjadi sesuatu yang bermanfaat adalah menggunakan aplikasi agregator berita semacam Feedly.

screenshot-feedly

Rutin membaca buku dari Kindle minimal 1 buku per bulan

Portal berita memang sangat bermanfaat untuk mengupdate informasi, tapi tetap butuh buku karena ditulis dengan lebih mendalam, dan bisa melihat sebuah isu dengan helicopteer view. Saya selalu membaca buku dari Kindle karena saya bisa mengakses buku-buku terbaru dan terbaik dunia kapanpun, dimanapun tanpa jeda, dengan harga yang lebih murah.

Saya tak mungkin mengandalkan buku fisik ini sampai ke Indonesia, karena banyak yang tidak dijual di Indonesia, atau kalau misal saya memesan dari Amerika Serikat, maka akan membutuhkan waktu sekitar 2 minggu baru diterima, itu pun dengan harga yang lebih mahal.

Industri digital bergerak sangat cepat, dan membaca buku yang terbit di global akan sangat membantu ketika memberikan rekomendasi ke klien, karena mereka melihat saya memang punya kompetensi yang selalu update dan relevan dengan tantangan yang mereka sedang hadapi.

screenshot-aamazon

Berinteraksi dan membangun hubungan baik di Media Sosial

Apabila sebagian besar orang fokus mengelola media sosialnya untuk membuat konten yang bagus, dan direspon oleh para pengikut, maka fokus utama saya di media sosial adalah untuk mendengar. Hal ini bukan tanpa alasan, ketika semua orang bising berusaha menarik perhatian, lalu siapa yang akan mendengarkan, dan mengapresiasi? Kedua, saya berada di industri Business to Business (B2B) dimana mengelola hubungan baik dengan para pemangku kepentingan menjadi hal yang krusial.

Maka saya alokasikan waktu saya setiap hari untuk berinteraksi, meninggalkan komentar ke para klien, calon klien, pengambil keputusan, teman-teman media dll. Tujuan utamanya hanya sekedar untuk menjalin hubungan baik, dan nama saya selalu diingat. Saya fokuskan membangun interaksi di beberapa kanal, antara lain Instagram, Facebook, dan LinkedIn.

Rutin menulis blog seminggu sekali

Sebagai seorang konsultan, setelah beberapa tahun saya mengevaluasi, kanal mana yang paling berpengaruh. Saya menemukan blog adalah media sosial yang paling berpengaruh untuk karir saya yang berkelanjutan. Rutin menulis blog minimal satu tulisan per minggu jadi targetnya.

Oleh karena itu fokus konten yang saya buat adalah di blog. Karena blog sangat ramah mesin pencari, dan membuat saya dikenal dengan kompetensi yang saya miliki. Jumlah pengunjung blog saya mungkin bukan yang tertinggi, dan juga tidak terobsesi menjadi selebritis blogger, karena tujuan dari blog ini adalah untuk membangun kredibilitas, dan afirmasi akan kompetensi yang dimiliki.

Aktif di grup messenger di komunitas yang relevan

Digitalisasi membuat setiap bisnis, hobi hingga profesi membentuk komunitasnya masing-masing. Saya melihat ini sebagai peluang untuk membangun personal branding, agar orang mengetahui dan selalu ingat kompetensi yang saya miliki.

Saya bergabung dengan banyak grup, tapi mengingat waktu yang sangat terbatas maka hanya bisa berinteraksi intens di beberapa grup tertentu saja, sisanya menjadi follower pasif, atau sesekali berinteraksi untuk menjaga silaturahmi.

Grup yang saya sangat aktif berpartisipasi adalah yang berpengaruh secara langsung, atau tidak langsung pada bisnis, dan karir saya. Salah satu cara untuk berkomunikasi adalah dengan membagikan tulisan-tulisan setiap selesai menulis, karena dengan ini maka kita membangun kompetensi dan kredibilitas dengan cara softselling yang lebih bisa diterima oleh publik.

Eksplorasi dan riset tren fesyen terbaru di Pinterest sesuai dengan citra yang ingin dibangun sebagai #FashionableTrainer

Pinterest adalah sumber inspirasi yang tidak ada habisnya terkait fesyen, interior dll. Saya meluangkan waktu juga minimal 1 jam sehari untuk melihat tren fesyen terbaru. Mengapa? Sebagai #FashionableTrainer saya harus selalu tampil dengan fesyen yang berbeda, dan mengejutkan di setiap kesempatan. Mengapa harus fesyen? Karena untuk diingat kita harus tampil berbeda, agar mudah diingat, dan memberikan pengalaman berbeda. Anda bisa baca alasan lebih lengkap tentang #FashionableTrainer di sini.

Semoga ini bisa menjadi inspirasi pemanfaatan internet yang lebih produktif, setuju?

Baca Juga: 7 Ide Pemanfaatan Internet yang Produktif

 

Tuhu Nugraha

Konsultan Bisnis Digital

Dosen Pasca Sarjana London School of Public Relations (LSPR) Jakarta & Komunikasi UI

Penulis Buku Best Seller WWW.HM Defining Your Digital Strategy

Untuk pembelian buku WWW.HM Defining Your Digital Strategy klikdi sini